Rabu, 31 Januari 2018

Menggali Passion Dengan Laptop Asus X555QG









Hidup di sebuah komplek TNI itu tidak seperti hidup di desa yang anak-anaknya memiliki berbagai macam cita-cita mulai dari menjadi guru, tentara, sampai dokter. Efek samping dari hidup di lingkungan ini adalah kalian seolah-olah hanya bisa bercita-cita menjadi tentara. Selain itu, akan muncul juga rasa minder karena tidak menjadi seseorang tentara. Tidak seperti mereka, yang bercita-cita tentara. Aku tidak memiliki cita-cita untuk menjadi seorang tentara, bahkan aku tidak tau apa passionku sampai saat ini. Maka dari itu aku kena efek samping dari hidup di lingkungan ini yaitu merasa minder bahkan sedih karena kebanyakan dari temanku sudah menjadi seorang tentara.



Dari postur tubuh, aku sangat tidak cocok untuk menjadi seorang tentara. Kurus, pendek, lemah, dan tidak begitu pintar di banding teman-temanku yang lain. Aku tidak begitu terbiasa dengan belajar apalagi tentang matematika. Itu membuatku sangat jatuh dan memiliki nilai jelek di semua bidang dan paling jelek di bidang matematika. Sekarang teman-temanku sudah mendapatkan apa yang mereka ingin, sedangkan aku masih saja memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk menemukan passionku.




(Aku sedang berada di tengah-tengah kesuksesan mereka hahaha)



Tidak hanya memikirkan, bahkan aku menjalani semua kesempatan semua hal untuk menemukan passionku. Dari mulai mencoba beberapa olahraga seperi, taekwondo, sepak bola dan bola voli. Bermain alat musik gitar, menyanyi, menulis puisi, fotografi.



Semua tidak ada yang membuatku bertahan hahaha....



Dan beberapa hal yang tidak menyenangkan aku pernah alami....



Pertama aku pernah di tawarkan untuk menjadi seorang security di salah satu perusahaan negara dan ternyata itu hanyalah sebuah penipuan yang di lakukan oleh oknum polisi di Purwokerto.


Kedua aku mendaftar di Angkasapura dan ternyata itu juga merupakan sebuah penipuan.


Ketiga aku mencoba mendaftar STAN atau Sekolah Tinggi Akuntansi Negara tapi aku gagal dua kali di tahap awal semua.


Keempat aku diminta untuk membantu seorang designer aplikasi untuk membuat finishing project yang dia buat. Aku diminta untuk menunggu selama berminggu-minggu, menunggu panggilan dari dia dan ternyata aku tidak dipanggil. Dan dia sudah menyelesaikan pekerjaannya. Gagal lagi...


Kelima aku pernah ikut menjadi panitia LIMA atau Liga Mahasiswa, pertama aku menjadi panitia LIMA futsal lalu aku diminta untuk menjadi panitia LIMA basket. Siapa yang gak seneng bisa dapet kerja terus yakan.. Tapi setelah menjadi panitia LIMA futsal dan ketika acara LIMA basket akan dimulai aku ternyata tidak dijadikan untuk menjadi panitia LIMA. Ah yasudahlah kalau begitu tidak jadi deh bisa dapet duit haha 

Keenam yang terakhir yang baru-baru saja adalah aku mencoba mendaftar di PERURI, baru pendaftaran awal tahap pengecekan berkas via online sudah gagal...



Hadeeehhh, sungguh malang nasibku... ๐Ÿ˜‚



Tapi ya namanya hidup memang kadang senang kadang susah. Aku gak menyerah sampai disitu aja. Aku sekarang kuliah di jurusan penyiaran di kampus swasta di Jogjakarta. Dan kenapa aku kuliah di jurusan penyiaran? Awalnya aku suka sama fotografi, dan karena itu aku suka sama kamera (suka dalam artian jadi pengen bekerja yang bisa pake kamera bukan suka dan sayang lho yaa) nah sejak saat itu orang tuaku memintaku untuk masuk kuliah di jurusan penyiaran. Sampai saat ini aku menjalani kuliah dengan enjoy.



Tapi ternyata tidak seperti dugaanku, disini tidak hanya belajar kamera tapi juga belajar tentang editing video, belajar tentang multimedia juga, dan banyak tugas yang harus diketik menggunakan laptop. Aku mulai bingung mengingat laptop yang aku gunakan tidak kuat untuk melakukan semua tugas itu secara bersamaan. Hal ini membuat aku jadi terhambat untuk mengerjakan tugas-tugasku.



Dan ditahun ini aku juga ingin mulai untuk menulis di blog, aku pengen mencoba menjadi seorang penulis. Modal yang aku punya disini adalah niat, mengetik menggunakan sepuluh jari, dan tentunya aku butuh laptop biar bisa menulis dimana saja dan kapan saja. 



Nah, untuk itu aku butuh laptop yang mempunyai spek yang mumpuni buat aku mengerjakan itu semua.



Laptop Asus X555QG, laptop yang ideal dan sangat cocok untuk mahasiswa seperti aku. Apalagi buat urusan editing video dan multimedia laptop Asus X555QG dijamin sangat membantu tugas-tugas yang membuat kita pusing๐Ÿ˜€





Laptop Asus X555QG Hadir Dengan APU AMD Generasi Ke-7 dan RAM 8GB Berkonfigurasi Dual Channel.



RAM berkonfigurasi dual channel tu apa sih?



Nah biar kemampuan laptop mencapai kemampuan maksimal terutama untuk multitasking dan gaming, Asus memberikan konfigurasi dual channel pada memory controller di notebook Asus X555QG ini. Sehingga melalui RAM sebesar 8GB, laptop ini bisa melakukan tugasnya 2 kali lebih cepat dibandingkan dengan laptop yang hanya menganut sistem single channel.



Kalian juga bisa menambahkan satu keping memori RAM lagi berukuran 8GB pada laptop ini, jadi total RAMnya 16GB. Hmmm, gak bayangin tuh kemampuannya seperti apa yang jelas pasti sangat memuaskan. Dan tentu saja setelah ini kalian akan bisa menghasilkan karya-karya yang luar biasa!  Hebat kan!



Nggak cuma cukup sampai disitu, ASUS X555QG memiliki kapasitas media penyimpanan yang sangat besar yakni 1TB. Kapasitas sebesar itu dapat dimanfaatkan oleh kita para pengguna untuk berbagai kebutuhan seperti menempatkan berbagai macam file antara lain dokumen, musik, video serta film lho. Nah untuk melihat film dan editing video, display dari ASUS memberikan layar beresolusi HD (1366x768) dengan luas bidang pandang 15,6 inci. Resolusi ini dijamin membuat kita sangat nyaman menonton film dan editing video. Ditambah lagi, teknologi Splendid yang dapat digunakan untuk memberikan kualitas tampilan layar lebih mengasyikan.



Asyiikkkk, kan anak broadcasting juga harus suka sama film dan bisa mengedit video supaya bisa jadi film hehe..



Selain untuk editing, multimedia, dan menulis laptop Asus X555QG ini juga bisa digunakan untuk ngegame. Dengan VRAM atau video ram sebesar 2GB dan kartu grafis Radeon R7 + R5 M430 DX ini sudah tidak diragukan lagi pasti sangat puas untuk bermain game terbaik masa kini.







Laptop ASUS X555QG Memiliki Desain Yang Elegan



Laptop Asus X555QG ini memiliki desain yang elegan, dan membuat aku semakin percaya diri kalo buat nugas ataupun nulis blog di cafe-cafe dijamin tambah kece deh...







Laptop Asus X555QG ini juga sudah memunculkan number pad pada keyboardnya sehingga gak usah bingung-bingung lagi kalo mau cari angka. Keyboardnya juga sudah pasti sangat empuk dan ukuran keyboardnya pun juga lumayan lebar jadi bisa semakin nyaman dan cepat untuk menulis di blog ataupun menulis tugas dari dosen๐Ÿ˜‚





Dan untuk kirim-kirim data laptop ini memiliki port yang termasuk lengkap. Asus X555QG menyediakan 2 port USB 3.0, 1 port VGA, 1 port HDMI, 1 port LAN, dan juga card reader. Tapi sangat disayangkan laptop ini tidak memiliki optical disc drive. Tapi ini tidak menjadi kekurangan, karena banyak juga laptop lain yang memiliki ukuran sama tapi tidak dilengkapi dengan optical disc drive. 















Dan berikut spesifikasi lengkap Laptop ASUS X555QG:



Main Spec.
ASUS X555QG
CPU
7th Gen AMD® APU A12-9720P (2M cache up to 3,6GHz) / AMD A10-9620P (2M cache up to 3,4GHz)
Operating System
Windows 10
Memory
8GB DDR4 2133MHz up to 16GB (Dual Channel Support)
Disk Drive
DVD-RW 8x
Storage
1.000 GB HDD 5400rpm
Display
15,6” Full HD (1366x768) 16:9 Anti Glare
Graphics
AMD Radeon™ Radeon R8 M435 DX / Radeon R7 + R5 430 Graphics
Input/Output
1 x Microphone-in/Headphone-out jack, 1 x VGA port/Mini D-sub 15-pin for external monitor, 3 x USB 3.0 port(s), 1 x USB 2.0 port(s), 1 x RJ45 LAN Jack for LAN insert, 1 x HDMI
Camera
VGA Web Camera
Connectivity
Integrated 802.11ac, BT 4.0 support
Audio
Built-in Speakers And Microphone, SonicMaster Lite Technology, ICE Power support
Dimension
38.2 x 25.6 x 2.58 cm (WxDxH)
Weight
2.20Kg with battery
Battery
2 Cells 37 Whrs
MSRP
Rp8.199.000 / 7.649.000
Warranty
2 Tahun Global



Nah, tentu saja dengan Laptop ASUS X555QG ini aku bisa menggali lagi passion dibidang menulis dan editing video maupun editing hasil jepretan kamera. Jadi gak minder lagi deh sama temen-temenku yang sudah menjadi tentara karena sekarang Laptop Asus X555QG ini membantu aku menggali passionku.



Laptop Asus AMD - Laptop For Everyone



Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD  Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com


Minggu, 14 Januari 2018

PUISI

Tatap Pertama

  

Pertama aku menatapmu
Terasa jatuh hati ku
Semakin dalam aku menatapmu
Semakin merasuk ke alammu
Kau alihkan dunia ku

  Pertama aku menatapmu
  Mata ini seakan bicara
  Kau lah milikku
  Tapi hati berkata
  Kau hanya akan menjadi bayang

Ketika kau hanya mampu menjadi bayang
Dalam pikirku lah kau selalu melayang
Melayang dan menghantui
Alam dibawah sadar diri

   Ketika kau hanya mampu menjadi bayang
   Selalu bertanya dalam benakku
   Sering muncul dalam benakku,bukan jarang
   Akan kah kau menjadi milikku

Minggu, 07 Januari 2018

Menggali Passion (part 1)

Hidup di sebuah komplek TNI itu cukup tidak menyenangkan. Karena seperti kalian akan hanya bisa bercita-cita menjadi tentara atau seseorang yang berseragam lainnya pula. Karena jika tidak menjadi seseorang yang "berseragam" maka akan merasa seperti di kucilkan. Tidak memiliki teman dalam lingkungan komplek ini. Selain itu, akan muncul juga rasa minder karena tidak menjadi seseorang yang berseragam.
     Ayahku seorang tentara angkatan udara tapi aku tidak memiliki cita-cita untuk menjadi seorang tentara, bahkan aku tidak tau apa passionku yang sebenarnya sampai saat ini. Tapi sejak kecil aku menutupi itu semua dengan berkata bahwa aku memiliki cita-cita menjadi tentara. Rata-rata teman-teman di komplekku memiliki cita-cita menjadi tentara. Hal ini yang menjadi permasalahan untuk diriku. Aku sempat merasa minder bahkan sedih karena kebanyakan dari temanku menjadi seorang tentara, dan mereka bisa saja melupakan diriku yang kecil karena temanku akan memiliki teman sesama tentara lainnya.
     Banyak hal yang membuat aku tidak bisa memiliki cita-cita menjadi tentara. Pertama, dari kecil aku di didik dengan zona yang nyaman atau bisa disebut di manja tapi aku juga pernah kena marah orang tuaku karena perbuatanku sendiri. Aku di manja dengan cara orang tuaku membelikannya apa saja yang aku mau tapi tentu saja tidak berlebihan. Aku paling sering kena marah kalau aku tidak tidur di siang hari maka dari itu, aku sering kabur dari jendela kamar dan keluar untuk bermain bersama teman-temanku. Hal ini lah yang membuat aku sering kena marah juga oleh orang tuaku. Tapi sejak aku punya adik, aku cukup tidak di manja lagi. Aku pernah mengunci diriku di dalam kamar selama seharian karena aku meminta mainan tetapi tidak diberikan oleh orang tuaku. Aku malah di biarkan di dalam kamar.
Dan saat aku menaruh sebuah surat melewati pintu kamar. Isi suratnya adalah :
Aku gak mau keluar kalo aku gak di beliin mainan!
Tapi sangat nasib yang kurang beruntung ternyata orang tuaku malah tidak peduli denganku, tidak memperdulikan surat itu. Mereka lebih peduli dengan adikku yang masih bayi pada saat itu. Akhirnya aku keluar dengan sendirinya karena merasa lapar dan dari situ aku sudah tidak terlalu di manja lagi.
     Kebanyakan orang berfikir bahwa jika mereka memiliki orang tua seorang tentara maka akan terdidik dengan keras dan disiplin. Kedua, karena aku merupakan seseorang yang manja sampai-sampai aku tak pernah mengerjakan tugas laki-laki seperti memperbaiki bagian rumah yang rusak atau hal lainnya bahkan aku tidak bisa menggunakan perkakas dengan baik. Aku tidak bisa memakai palu, gergaji, dan lainnya. Bahkan aku pernah di ejek teman SDku saat aku dan teman-temanku membuat gapura untuk kemah waktu itu, aku mencoba untuk membantu teman-temanku dengan menggergaji sebuah bambu tapi ternyata aku tidak bisa.

Aku :
Sini aku bantuin Do

Dodo :
Bisa apa kamu? Ya ini di gergaji aja bambunya

Aku :
Okesiap (sambil kesusahan dan dia menggergaji dengan waktu yang lama)

Dodo :
Bisa gak to kamu? Kalo gak bisa mending pulang terus belajar gergaji dulu. Dasar tenaga cewek! Anak kota!

     Aku saat itu cuma bisa tertawa untuk menutupi rasa malu dengan ejekan temanku karena diriku yang sangat lemah. Padahal aku sangat tidak suka dengan pekerjaan yang melelahkan dan tidak menyenangkan itu. Ketiga, orang tuaku tidak menuntut aku untuk menjadi tentara, hal inilah yang mungkin membuat aku nyaman dengan zonaku yang sekarang. Dan terakhir, dari postur tubuh Gumi sangat tidak cocok untuk menjadi seorang tentara. Kurus, pendek, dan memiliki mata yang tidak sehat. Aku di diagnosa memiliki kelainan saraf pada mata kiriku sedangkan mata kananku jauh diatas normal, jadi berat sebelah gitu. Otakku tidak begitu pintar di banding teman-temanku yang lain, aku tidak begitu terbiasa dengan belajar apalagi tentang matematika. Itu membuatku sangat jatuh dan memiliki nilai jelek di semua bidang dan paling jelek di bidang matematika. Dan hal ini membuat aku harus masuk SMA jurusan IPS. Sekarang teman-temanku sudah mendapatkan apa yang mereka ingin, sedangkan aku? Masih saja memikirkan apa yang harus aku lakukan untuk menemukan passionku.
     Aku yang dari kecil saat di tanya apa cita-citaku oleh guruku pasti menjawab dengan jawaban yang berbeda-beda.

Ibu guru 1 di sekolah dasar:
Elang kalau sudah besar kamu pengen jadi apa?

Aku :
Mau jadi dokter bu, biar bisa nyembuhin orang-orang tapi nggak usah bayar mahal kan kasian udah sakit tapi harus bayar mahal.

Ibu guru 2 di sekolah dasar :
Cita-citamu apa Lang?

Aku :
Mau jadi tentara bu biar kayak Ayah saya

Ibu guru 3 di sekolah dasar :
Sebutkan cita-cita kalian satu persatu mulai dari Elang

Aku :
Mau jadi polisi bu biar pada tertib lalu lintas bu

Ibu guru 1 di sekolah menengah pertama :
Kamu punya cita-cita apa kalo dah besar nanti?

Aku :
Kayaknya aku mau jadi tentara bu kalo nggak ya jadi pengusaha

Ibu guru di sekolah menengah atas :
Cita-citamu apa Lang?

Aku :
Aku mau jadi pengusaha bu

Ibu guru di sekolah menengah atas :
Pengusaha apa?

Aku :
Makanan kalo nggak distro bu, ya apa ajalah pokoknya yang penting pengusaha

Seperti itulah sikapku, tidak pernah konsisten dengan cita-citaku sendiri seakan-akan cita-cita itu hanya sebuah kalimat untuk menjawab pertanyaan dari guruku saat itu.
  Tidak hanya memikirkan apa yang akan aku lakukan untuk kedepannya bahkan aku menjalani beberapa hal untuk menemukan passionku yang sebenarnya. Dari mulai mencoba beberapa olahraga seperti taekwondo, sepak bola dan bola voli. Tapi aku tetap tidak bisa fokus di dalam bidang itu, mungkin Tuhan kurang menyetujuiku dalam hal olahraga.
   Aku mencoba mendaftar STAN, sekolah tinggi akuntansi negara. Ini butuh kerja keras yang ekstra karena aku tidak memiliki otak yang begitu pintar. Dalam tes tahap awal, yaitu tes tulis. Di tahap pertama saja aku sudah mengalami kegagalan. Hal itu membuatku sedikit kecewa karena aku tidak maksimal belajar sebab tidak bisa dalam hal pelajaran "matematika". Dua kali aku mengalami kegagalan tes STAN dan semua pada tahap awal dan lagi-lagi karena matematika. Karena itu aku mengurungkan niat untuk menjadi pegawai negara lagi.

Menggali Passion Dengan Laptop Asus X555QG

Hidup di sebuah komplek TNI itu tidak seperti hidup di desa yang anak-anaknya memiliki berbagai macam cita-cita mulai ...